"These are classic, perennial ideals we are dealing with. " -Rob Morrow | X MIPA 3 SMAN 33 Jakarta

Video

Transparent Awesome Baby Blue Sharp Pointer
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 14 Agustus 2015

Tanah Liat




Apa itu tanah liat?

 Tanah liat (lempung) adalah tanah yang berasal dari proses pemecahan geologis pada permukaan bumi secara ilmiah, tanah liat disebut juga produk pencuacaan dari feldspar. Tanah liat terbagi atas 2 kategori yaitu tanah liat residu atau tanah murni ( primary clay) yang terdapat diasal tanah bebatuan itu berada dan belum berpindah tempat sejak terbentuknya. Pada umumnya warna tanah tersebut putih verah, putih keabu-abuan dan krem berbutir kasar dan sifatnya tidak elastis. Tanah kategori kedua adalah tanah campuran (secondary clay) yang terbentuk dari hasil proses perpindahan tempat oleh air, angin, gletser, dan sebagainya. Tanah jenis ini mempunyai warna yang beragam tergantung bahan yang tercampur dari tanah, misalnya  cobalt menjadi kebiruan, mangan violet, chrome menjadi kehijauan, besi terlihat kemerahan dsb, sifat tanah sangat halus dan elastis.

 Tanah liat sebagai bahan mentah pembuatan keramik atau gerabah diperlukan keplastisan (sifat yang dapat dibentuk tanpa mengalami retakan) mulai dari proses pembentukan sampai proses pembakaran nantinya. Sifat ini sangat penting dan mutlak dalam pembentukan barang keramik apalagi nantinya produk akan ditambahkan Glasir pada permukaannya


 Manfaat tanah liat 

1. Penyediaan unsur hara untuk tumbuhan
Ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat produksi suatu tumbuhan. Jumlah dan jenis unsur hara yang tersedia di tanah dan dibutuhkan oleh tumbuhan haruslah sesuai dan seimbang
2. Penyedia makanan untuk biota tanah 
 Tanah menjadi habitat pengurai yang menguraikan sisa organisme mati menjadi bahan makanan dan dibutuhkan oleh tanaman dan organisme lain
3. Sebagai habitat hidup dan melakukan kegiatan 
Tanah merupakan tempat manusia dan makluk hidup lainnya melakukan kegiatannya. Di dalam tanah, hidup pula berbagai organisme tanah (ex : cacing tanah) 
4. Sumber bahan baku kerajinan/perabot rumah tangga 
Kandungan tanah liat dapat dimanfaatkan manusia untuk membuat batu bata, barang seni dan kerajinan, maupun alat rumah tangga. Tanah liat juga dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai bahan baku genteng penutup rumah/bangunan
5. Memiliki nilai ekologi 
yaitu mampu menyerap dan menimpa air (melindungi tata air) , menekan erosi, serta menjaga kesuburan tanah.
6. Memiliki nilai ekonomis
yaitu sebagai aset yang disewakan atau diperjual belikan
7. Mengandung barang tambang atau bahan galian yang berguna untuk manusia 


Kerajinan Dari Tanah Liat

  • Piring
  • Kendi 
  • Tempoyan 
  • Anglo
  • Kuali
  • Celengan
  • Pot
  • Gerabah hiasan
  • Gelas
  • Tungku
  • Cobek
  • Asbak, dll

Cara Pembuatan Kerajinan Tanah Liat


 

  • Cara Pembuatan Cangkir Dari Tanah Liat

  1. Siapkan tanah liat yang mudah digunakan dan dibentuk, seperti tanah lempung dan tanah sejenisnya.
  2. Olah tanah liat tersebut hingga bersih dari kotoran yang ada.
  3. Setelah bersih dari kotoran, ambil beberapa tanah liat dan mulailah membentuk bagian alasnya dengan menekannya pada bidang datar(beri sedikit air agar lebih mudah dibentuk).
  4. Setelah terbentuk bagian alasnya, mulailah membentuk bagian samping dengan menambahkan tanah liat sedikit demi sedikit dan membentuknya.
  5. Setelah bentuknya sudah mirip cangkir,mulailah membentuk bagian pegangan cangkir dan memasangnya.
  6. Setelah sudah jadi, haluskan dengan tangan yang dibasahi air.
  7. Karyapun sudah terbuat



    Teknik Membuat Kerajinan Tanah Liat

    Cara membentuk tanah liat dapat dengan menggunakan beberapa cara, yaitu:

        Tanah liat bisa dibentuk dengan cara menggunakan tangan langsung (tanpa menggunakan alat) cara ini dilakukan dengan cara memijat-mijat tanah liat.

        Tanah liat dibentuk dengan menggunakan alat buat mencungkil atau penoreh. Alat pencungkil atau penoreh ini dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahan bambu atau kayu. Bisa juga dengan menggunakan pisau atau disebut dengan membutsir (yang akan menjadi pembasan dalam artikel ini).

        Bisa juga dengan menggunakan alat putaran, nan digunakan sebagai alat buat membuat keramik, gentong, vas kembang dan lain sebagainya.



    Membutsir

    Membutsir ialah suatu kegiatan membentuk tanah liat dengan menggunakan alat pencungkil. Sebelum membutsir, tanah liat nan digunakan harus dibersihkan. kemudian tanah liat dipadatkan dengan cara membanting-bantingkan ke alas papan atau lantai.

    Membutsir ialah pekerjaan nan cukup menyenangkan, dibutuhkan keahlian, ketelitian, dan imajinasi. misalnya saja ingin dibentuk patung orang atau hewan membutuhkan gambar-gambar atau tahu bentuk tersebut.

    Alat buat membutsir berbentuk menyerupai pisau nan dibaut dengan bambu atau kayu sebagai ganggangnya, ada juga nan terbuat dari dawai bertangkai kayu atau bambu. alat ini digunakan buat mengiris, mencungkil dan mengikis. hasilnya dapat berbentuk tiruan orang, binatang, tumbuhan dan benda-benda lainnya.

    Cara mengerjakan:

        Pertama untuk perencanaan, patung apa nan akan dibuat. lalu ambil segumpal tanah liat, bersihkan tanah liat . Biasanya diantara tanah liat terdapat batu-batu kerikil, atau butiran-butiran nan keras. jika ada bersihkan tanah liat dari benda-benda tersebut.

        Apabila kurang lemas dan lembek campurkan dengan air dan lemaskan. Gunakan alas dapat dengan papan kayu atau ubin.



    Cara Membutsir Boneka Bentuk Pipih

    Untuk latihan buatlah model boneka dahulu, caranya adalah:

        letakkan tanah liat di atas alas, kemudian ratakan dengan alat penyudip atau dapat juga dengan menggunakan tangan langsung.
        Setelah berbentuk kotak, gambar bentuk boneka/ orang nan sebelumnya sudah direncanakan dengan menggunakan penyudip.
        Jika sudah selesai angkat boneka seperti mengeluarkan dari cetakan.
        Hati-hati pada waktu mengangkatnya, jangan terburu-buru sebab tanah liat masih basah, masih mudah rusak.
        Sesudah selesai, jemur tanah liat sampai benar-benar kering.

    Cara awal di atas akan menghasilkan bentuk boneka atau orang nan pipih, tak mengapa sebab cara di atas ialah cara dasar. Jika sudah menguasainya dapat masuk pada tahapan berikutnya.


    Cara Membuat Boneka Dengan Bentuk Lebih Padat

    Cara berikutnya ialah membentuk boneka atau orang dengan bentuk nan lebih padat dibandingkan dengan cara pertama. Hal nan harus diperhatikan ialah jika akan membuat bentuk wajah, maka sebelumnya harus mengetahui dan memerhatikan bentuk-bentuk paras seperti hidung, mata, mulut, alis, telinga dan lain sebagainya.

    Jika akan mengambil boneka dengan tubuh nan utuh, perhatikan bagian-bagian tubuh manusia. Bagian-bagain tubuh ini dapat dibuat dengan bahan tanah liat nan sudah disediakan. Agar lebih jelasnya perhatikan cara membuat keterampilan tangan buat menciptakan bentuk nan lebih padat sebagai berikut:

        Sebelum digunakan remas-remas tanah liat, kemudian ambil gumpalan tanah liat nan akan dijadikan kepala, untuk menjadi bulat sinkron dengan ukuran nan kamu inginkan.

        Kemudian siapkan bagian badannya, ambil tanah liat dengan jumlah nan lebih banyak dari kepala, kira-kira empat kali lebih bahyak. gulung dengan menggunakan kedua telapak tangan hingga membentulk silinder atau bulat panjang.

        Hubungkan/satukan bagian kepala dengan badan cukup dengan menempelkannya langsung.

        Sekarang tinggal membuat dua buah tangan dan dua buah kaki. Untuk bagian-bagian badan tersebut, ambil tanah liat dan untuk menjadi silindir (seperti pada waktu membuat bagian badannya), namun buat bagian tangan dan kaki, tanah liat nan dibutuhkan tak begitu banyak. Bagian kaki harus dibuat lebih panjang dari tangan.

        Pasanglah bagian tangan kiri dan kanan, juga kaki bagian kanan-kiri. perhatikan dengan saksama, jika ada nan masih belum sempurna, perbaikilah dengan menambahkan tanah liat atau pun menguranginya. Jika tanah liat mulai mengeras, dan masih belum beres pengerjaannya campurkan dengan air.

        Tambahkan bagian paras dengan menggunakan tambahan tanah liat, atau dengan cara membutsirnya membentuk mata, hidung, mulut dan alis.

    Jika sudah dapat menguasai/membuat cara di atas, kalian dapat membuat boneka nan sedang duduk, memegang sesuatu, atau gerakan lainnya. Dengan membuat boneka dengan cara kedua, pada waktu bermain dapat dilengkapi dengan bahan-bahan lainnya. misalnya menambahkan lidi, daun, kertas dan sebagainya.


    Cara Membuat Topeng Tanah Liat

    Selain membuat boneka atau orang-orangan, kalian dapat juga mencoba membuat topeng , binatang-binatang dengan menggunakan media tanah liat. Topeng-topeng dengan tanah liat dapat dibentuk paras cantik, lucu, mengerikan, sedih, dan ekspresi-ekspresi paras lainnya, juga dapat membuat topeng dengan bentuk kepala binatang. dapat digunakan buat kalian pakai bermain atau sebagai hiasan dinding. Cara membuat topeng sama dengan cara membuat boneka,sebagai berikut:

        Ambil tanah liat dengan jumlah nan agak banyak. simpan di atas papan dan bentuk seperti paras atau bulat. Ratakan bagian bawah atau belakang topeng.

        Buatlah bagian-bagian hidung, mulut dan bagian paras lainnya. Untuk membuat lekukan atau lubang dapat dengan menggunakan alat penyudip.

        Untuk melengkapi bagian topeng dapat menggunakan bahan lain. Setelah selesai, jemur topeng sampai tanah liat kering.



    Cara Memberi Rona Pada Kerajinan Tanah Liat

    Hasil karya kalian akan lebih menarik jika diberi rona warni. dari mulai karya nan dibuat sebagai langkah awal sampai karya topeng. Caranya siapkan cat acrylic atau cat buat poster. siapkan kuas dengan beberapa ukuran, dapat ukuran No 1 buat mewarnai sudut nan kecil, No 3 buat mewarnai sudut nan sedang dan No 6 buat mewarnai permukaan nan luas.

    Agar rona tak menggumpal, dapat dengan menambahkan air sedikit. Sebaiknya pisahkan warna-warna nan digunakan dari tempatnya dengan menggunakan wadah spesifik buat melukis. Pada topeng kalian dapat memunculkan imbas gradasi rona atau mewarnainya dengan pilihan dan cara nan kalian disukai.

    Dengan catatan pekerjaan ragam keterampilan tangan dengan menggunakan tanah membutuhkan waktu nan cukup lama. Oleh karena membuat kerajinan/keterampilan tangan membutuhkan kesabaran dan ketelitian. ini semua agar bisa menghasilkan karya nan baik.

    Pemilihan bahan dalam pembuatan ragam keterampilan tangan juga sangat berpengaruh pada hasil akhir dari keterampilan tersebut, Biasanya jika bahan dasar nan kita gunakan berkualitas dan bebas dari kotoran, maka kualitas kerajinan tangan kita akan diakui. Selamat mencoba.


  

0 komentar:

Posting Komentar